5 Cara Untuk Menghindarkan Diri Dari Pergaulan Bebas Dan Perbuatan Zina

Perilaku Mulia Untuk Menghindarkan Diri dari Pergaulan Bebas dan Perbuatan Zina.
Kewajiban menutup aurat dengan berbusana sesuai dengan syari’at Islam, merupakan salah satu moral yang sangat penting dalam Islam. Pernerapan sikap tersebut dalam pergaulan sehari-hari di antaranya sanggup dilakukan dengan cara sebagai berikut:

5 Perilaku Mulia Untuk Menghindarkan Diri dari Pergaulan Bebas dan Perbuatan Zina.

1. Menjaga Pergaulan yang Sehat.
Beruntunglah para perjaka dan remaja yang bisa menjaga pergaulan sesuai dengan pedoman Islam. Islam mengajarkan pergaulan yang sehat, bernilai positif, dan mengandung manfaat. Pergaulan yang sehat antara pria dan perempuan merupakan pergaulan yang terbebas dari nafsu yang bisa mengarah kepada kekerabatan seksual di luar nikah.

Pergaulan remaja dan muda-mudi dikala ini memang sudah sedemikian tipis batasan-batasannya. Tidak gampang untuk membatasi pergaulan itu. Ditambah lagi dengan aneka macam fasilitas akses, baik melalui telepon, SMS, chatting, dan situs jejaring sosial. Dengan aneka macam sarana itu pergaulan remaja pada umumnya dikala ini menjadi begitu bersahabat dan mudah. Persoalan yang lebih memprihatinkan ialah para remaja tidak paham dan kadang tidak peduli mana batas-batas yang wajar, mana yang tidak wajar, dan mana yang sudah kebablasan.

Lantas apa batasan pergaulan itu? Dalam hal ini Rasulullah Saw. menunjukkan batasan berupa larangan berdua-duaan antara pria dan perempuan melalui hadis berikut:

Dari Ibnu Abbas; bahwa Rasulullah saw. bersabda, "Janganlah seorang pria berduaan dengan seorang perempuan (yang bukan mahramnya), dan janganlah seorang perempuan bepergian kecuali bersama mah}ramnya ...” (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Menjaga Aurat.
Aurat merupakan belahan dari badan yang harus dilindungi dan ditutupi biar terjaga dari pandangan lawan jenis. Aurat perempuan ialah seluruh belahan badan kecuali wajah dan kedua telapak tangan. Sedangkan aurat pria ialah belahan badan antara pusar hingga dengan lutut.

Agar aurat perempuan tertutup maka diwajibkan untuk memakai jilbab dan pakaian yang bisa menutupi seluruh tubuhnya, termasuk menutupi belahan dada. Kain kerudung dan pakaian itu pun merupakan kain yang disyari’atkan, misal kainnya dihentikan tipis, dihentikan sempit atau ketat, dan bisa menyamarkan lekuk badan perempuan. Demikian juga dengan laki-laki, biar terjaga dari pandangan maka belahan badan yang menjadi aurat itu harus dijaga dari pandangan lawan jenis, caranya ditutup dengan pakaian yang sesuai. Firman Allah Swt.

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَىٰ عَوْرَاتِ النِّسَاءِ ۖ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ ۚ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Katakanlah kepada perempuan yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara pria mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan pria yang tidak memiliki harapan (terhadap wanita) atau bawah umur yang belum mengerti ihwal aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua biar diketahui komplemen yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kau sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kau beruntung.” (QS. an Nur :31)

3. Menjaga Pandangan.
Pandangan pria terhadap perempuan atau sebaliknya termasuk celah bagi setan melancarkan seni administrasi untuk menggodanya. Kalau cuma sekilas saja atau spontanitas atau tidak sengaja, pandangan mata itu tidak menjadi masalah. Pandangan pertama yang tidak sengaja diperbolehkan, tetapi kalau berkelanjutan maka haram hukumnya. Rasulullah saw. bersabda yang artinya,

Dari ‘Abdulah bin Buraidah dari ayahnya, bahwa Rasulullah Saw. bersabda kepada ‘Ali bin Abi Thalib, "Hai ‘Ali! Janganlah kau ikuti pandangan pertama dengan pandangan selanjutnya, alasannya yang pertama dimaafkan, tapi yang selanjutnya tidak.” (HR. Ahmad)

Untuk menjaga biar pandangan pertama tidak disertai tujuan lain tersebut, cepatlah kendalikan diri kita. Salah satunya dengan cara menundukkan pandangan. Sebelum iblis memasuki atau mempengaruhi pikiran dan hati kita. Segera mohon proteksi kepada Allah Swt. biar kita tidak mengulangi pandangan yang mengandung unsur bandel itu.

4. Menjaga Kehormatan.
Organ paling langsung insan sering disebut atau diperhalus dengan kata “kehormatan”. Jika direnungkan secara mendalam, sebutan ini sungguh sangat arif dan tepat. Benteng paling simpulan dari harga diri dan kehormatan insan baik pria maupun perempuan ialah pada organ badan yang paling langsung tersebut. Terkadang organ vital insan juga disebut dengan “kemaluan”. Hal ini juga relevan alasannya palang pintu rasa aib terakhir ialah pada belahan badan tersebut. Orang remaja yang normal, baik pria maupun perempuan tentu sangat aib kalau organ vitalnya itu terlihat oleh pihak lain yang tidak memiliki hak untuk memandangnya.

5. Meningkatkan Aktivitas dan Rajin Berpuasa.
Bagi para perjaka dan remaja yang belum menikah disarankan untuk memperbanyak acara atau kegiatan yang positif. Hal ini bisa menciptakan mengalihkan perhatian dan pikiran mesum. Ikutlah kegiatan olah raga, ekstrakurikuler, kursus, bimbingan belajar, pekerjaan tambahan dan lain-lain. Menyibukkan diri dengan aneka macam acara sanggup menjadikan perhatian kita selalu ke arah yang positif.

Cara lain yang bisa ditempuh untuk menahan nafsu bagi para perjaka dan remaja yang belum menikah ialah dengan berpuasa sunah. Islam itu indah dan sehat, dengan taat beribadah dan rajin puasa maka otomatis pikiran dan hati menjadi higienis dan jernih. Tidak akan terlintas di pikiran kita untuk melaksanakan hal yang melanggar kesusilaan. Perhatikan hadis Rasulullah Saw. berikut ini!

Dari Abdurrahman bin Yazid dari Abdullah beliau berkata; Rasulullah saw. menyampaikan kepada kami, “Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian bisa ba`ah maka menikahlah alasannya hal itu sanggup menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan, barangsiapa yang tidak mampu, hendaklah berpuasa alasannya hal itu sanggup menekan hawa nafsunya.” (HR. Ahmad)

Demikianlah sahabat www.Merah.Online/">Merah.Online ulasan tentang  5 sikap mulia untuk menghindarkan diri dari pergaulan bebas dan perbuatan zina. Kunjungilah selalu www.Merah.Online/">www.Merah.Online semoga bermanfaat. Aamiin.

0 Response to "5 Cara Untuk Menghindarkan Diri Dari Pergaulan Bebas Dan Perbuatan Zina"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close