Pengertian Jabariyah, Tokoh Aliran Jabariyah Dan Iman Aliran Aliran Jabariyah

Pengertian Jabariyah.
Secara bahasa Jabariyah berasal dari kata jabbara yang mengandung arti memaksa dan mengharuskannya melaksanakan sesuatu. Salah satu sifat dari Allah Swt ialah al-Jabbar yang berarti Allah Maha Memaksa. Sedangkan secara istilah Jabariyah ialah menolak adanya perbuatan dari insan dan menyandarkan semua perbuatan kepada Allah Swt. Dengan kata lain ialah insan mengerjakan perbuatan dalam keadaan terpaksa (majbur).

Aliran Jabariyah lahir di Khurasan, Iran pada paruh pertama periode ke-2 H/ ke-8 M, yang dipelopori oleh Ja’ad bin Dirham ( wafat 124 H/ 724 M).

Menurut Harun Nasution Jabariyah ialah paham yang menyebutkan bahwa segala perbuatan insan telah ditentukan dari semula oleh qaḍa dan qadar Allah Swt. Maksudnya ialah bahwa setiap perbuatan yang dikerjakan insan tidak menurut kehendak manusia, tapi diciptakan oleh Tuhan dan dengan kehendak-Nya, di sini insan tidak mempunyai kebebasan dalam berbuat, alasannya ialah tidak mempunyai kemampuan. Ada yang mengistilahlkan bahwa Jabariyah ialah aliran insan menjadi wayang dan Tuhan sebagai dalangnya.

Abu Zahra menuturkan bahwa paham ini muncul semenjak zaman sahabat dan masa Bani Umayyah. Ketika itu para ulama membicarakan wacana duduk perkara qadar dan kekuasaan insan saat berhadapan dengan kekuasaan mutlak Tuhan.

Tokoh Aliran Jabariyah.

1) Jahm bin Shafwan
2) Al-Ja’ad bin Dirham
3) Husain bin Muhammad al-Najjar
4) Dirar Ibn ‘Amr

Doktrin Ajaran Aliran Jabariyah.

1) Aliran Ekstrim.

Tokoh aliran ekstrim ialah Jahm bin Shafwan, dengan doktrin pokok adalah:

a) Manusia tidak bisa untuk berbuat apa-apa. Ia tidak mempunyai daya, tidak mempunyai kehendak sendiri, dan tidak mempunyai pilihan.

b) Surga dan neraka tidak kekal, dan yang awet hanya Allah Swt.

c) Iman ialah makrifat atau membenarkan dengan hati, dan hal ini sama dengan konsep yang dikemukakan oleh kaum Murji’ah. 

d) Kalam Tuhan ialah makhluk.

e) Allah Swt tidak mempunyai keserupaan dengan insan menyerupai berbicara, mendengar, dan melihat.

f) Allah Swt tidak sanggup dilihat dengan indera mata di alam abadi kelak.

2) Aliran Moderat.

a) Tuhan membuat perbuatan manusia, baik itu kasatmata atau negatif, tetapi insan mempunyai bab di dalamnya. Tenaga yang diciptakan dalam diri insan mempunyai pengaruh untuk mewujudkan perbuatannya.

b) Manusia tidak dipaksa dan tidak pula menjadi pencipta perbuatan, tetapi insan memperoleh perbuatan yang diciptakan Tuhan.

c) Tuhan tidak sanggup dilihat di akhirat.

Demikianlah sahabat www.Merah.Online/">Merah.Online ulasan wacana pengertian Jabariyah, tokoh aliran Jabariyah dan iktikad fatwa aliran Jabariyah. Sumber buku Siswa Kelas X MA Ilmu Kalam Kementerian Agama Republik INDONESIA, 2014. Kunjungilah selalu www.Merah.Online/">www.Merah.Online semoga bermanfaat. Aamiin.

0 Response to "Pengertian Jabariyah, Tokoh Aliran Jabariyah Dan Iman Aliran Aliran Jabariyah"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close