Pengertian ‘Aul Dan Radd Serta Pola ‘Aul Dan Pola Radd Dalam Ilmu Faraid

Contoh%2B%25E2%2580%2598Aul%2Bdan%2BContoh%2BRadd%2Bdalam%2BIlmu%2BFaraid.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;">Contoh%2B%25E2%2580%2598Aul%2Bdan%2BContoh%2BRadd%2Bdalam%2BIlmu%2BFaraid.jpg" />
a.‘Aul
Pengertian 'aul secara bahasa ‘aul bermakna ‘naik’ atau ‘meluap’. ‘Aul sanggup juga berarti ‘bertambah’ atau “ menaikkan jumlah serpihan andal waris terhadap Asal Masalah “.

Sedangkan definisi ‘aul berdasarkan istilah Fuqaha yaitu bertam bahnya jumlah bagian-bagian, disebabkan kurang pendapatan yang harus diterima oleh andal waris, sehingga jumlah serpihan semuannya berlebih dari aṣl al-masalah-nya atau KPK. ‘

‘Aul terjadi ketika makin banyaknya ashabul al-furud sehingga harta yang dibagikan habis. Padahal masih ada diantara para andal waris yang belum mendapatkan bagian. Dalam keadaan tersebut kita harus menaikkan atau menambah pokok masalahnya sehingga seluruh harta waris sanggup mencukupi jumlah ashabul furud yang ada, meskipun serpihan mereka menjadi berkurang.

Menurut Ulama faraid, pokok duduk kasus yang sanggup di’aul, hanya tiga duduk kasus saja, yaitu :

• AM 6 sanggup di ‘aul menjadi 7, 8, 9, dan 10.
• AM 12 sanggup di ‘aul menjadi 13, 15 dan 17.
• AM 24 hanya sanggup di ‘aul menjadi 27.

Contoh ‘Aul dari 6 ke 7:

Seseorang meninggal dengan andal waris, suami dan dua saudara. wanita kandung harta tinggalan Rp 7.000.000, maka cara penghitunganya adalah:

No
Ahli Waris
Bagian
AM= 6
Jumlah Bagian
1
Suami
½
3
3 x Rp 7.000,000 = Rp 3.000.000
             7
2
2 Saudara. Perempuan sekandung
2/3
4
4 x Rp 7.000,000 = Rp 4.000.000
              7

Jumlah

7


Pada Contoh di atas sanggup dilihat bahwa jumlah pembilang ialah 7 (jumlah angka serpihan andal waris), lebih besar dari jumlah penyebut yaitu 6 (yang menjadi angka jumlah harta peninggalan/menjadi AM). Oleh lantaran itu angka 6 di’aul menjadi 7.

b. Radd.
Pengertian Radd dalam bahasa Arab berarti kembali / kembalikan.

Adapun radd berdasarkan istilah ilmu faraid ialah pengembalian sisa pembagian harta warisan kepada zawil al-furud selain suami atau istri. Jadi, apabila dalam andal waris tersebut tidak ada suami atau istri maka sisa pembagian tersebut ditambahkan (dikembalikan) kepada andal waris zawil al-furud dengan cara mengakibatkan aṣl al-masalah (AM) dengan jumlah bilangan pembilangnya (jumlah serpihan masingmasing andal waris). Radd merupakan kebalikan dari al ‘aul.

Para ulama berbeda pendapat perihal kelebihan sisa pembagian harta warisan.

Zaid bin sabit berpendapat, bahwa kelebihan sisa itu, diserahkan kepada Baitul Mal untuk dipergunakan bagi kepentingan umum. Pendapat tersebut juga dianut Malik bin Anas dan Syafi’i.

Tatapi kebanyakan sahabat-sahabat Nabi berpendapat, bahwa kelebihan sisa pembagian itu, dikembalikan lagi kepada andal waris.

Contoh : Seseorang meninggal dengan andal waris terdiri dari ibu danseorang anak perempuan, sedangkan harta tinggalannya ialah Rp 100,000.000 maka serpihan masing-masing ialah :

No
Ahli Waris
Bagian
Jumlah Bagian
1
Ibu
1/6
 x Rp 100,000,000 = Rp 25.000.000
             4
2
anak Perempuan
½
3 x Rp 100.000,000 = Rp 75.000.000
              7

Jumlah



Jika di dalam andal waris terdapat suami atau istri maka serpihan suami atau istri di berikan terlebih dahulu.

Contoh: Seorang meninggal andal waris terdiri dari suami dan ibu. Harta peninggalan 60.000,00.

No
Ahli Waris
Bagian
AM= 6
Jumlah Bagian
1
Suami
½
½ x 6
3
2
Ibu
1/3
1/3 x 6
2




Sisa 1

Jumlah


6

Sisa 1 serpihan eksklusif diberikan kepada ibu (2 + 1 = 3), lantaran ia saja yang menerima serpihan selain suami, sehingga bagaian ibu menjadi 3

Demikianlah sahabat www.Merah.Online/">Merah.Online ulasan perihal engertian ‘aul dan radd serta Contoh ‘aul dan Contoh radd dalam ilmu faraid. Sumber buku Fikih Kelas XI MA Kementerian Agama Republik INDONESIA, 2015. Kunjungilah selalu www.Merah.Online/">www.Merah.Online semoga bermanfaat. Aamiin.

0 Response to "Pengertian ‘Aul Dan Radd Serta Pola ‘Aul Dan Pola Radd Dalam Ilmu Faraid"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close